Murid adalah Guru

Day 14 Ramadhan | Murid adalah Guru

Guru, muasal dari segala jenis profesi di dunia. Langkah kakinya mengandung doa, tutur katanya lembut, muara segala rasa. Guru bukannya hebat tanpa ada seorang murid. Cerminan guru tak lepas dari hadirnya murid. Murid berprestasi, tengoklah siapa gurunya. Murid berakhlak baik, bolehlah bertanya dengan siapa dia berguru. Karena guru dan murid mempunyai sinkronisasi yang begitu bersinergi.

Guru adalah orang yang bersamuderakan ilmu pengetahuan, ia adalah nahkoda piawai yang mampu menyetir kemudi kapal dan menghantarkan semua penumpang ke pulau yang mereka dambakan.

Bolehlah kita tarik sejarah ke beberapa tahun silam, sebut saja Rasyid Ridha. Kepada siapa dia berguru? Mufassir tersohor ini berguru kepada Muhammad Abduh dan melanjutkan Gurunya dalam menuliskan tafsir al-Mannar. Guru dan Murid yang bersinergi dapat menciptakan prestasi yang tak tertandingi. Sampai kini pun masih bisa kita nikmati hasil karya apik beliau berdua dalam kitab tersebut meskipun usaha beliau belum mencapai hasil akhir dalam menafsirkan ayat. Ditengah penulisan kitab tafsirnya, Rasyid Ridha dipanggil oleh Sang Pencipta.

Agaknya mustahil bila Muhammad Abduh sebagai guru dari Rasyid Ridha mendidik muridnya dengan cara biasa melihat hasil yang didapat lebih dari biasa. Itulah salah satu contoh murid dan guru yang saling bersinergi, saling bercermin satu sama lain. Namun hal tersebut bisa menjadi kebalikan apabila guru hanya menjalani profesi ala kadarnya, sekedar menggugurkan kewajiban tanpa peduli transfer nilai (etika dan moral) dalam kegiatan belajar mengajar yang dilalui. Karena guru bukanlah sebatas profesi yang dielukan karena besarnya tunjangan.

Ketika guru dan murid saling bercermin, maka masing-masing akan melihat refleksi bagian tubuh yang tidak dapat dilihat secara langsung. Mampu memberikan koreksi diri terhadap penampilan serta tindakan kita sebagai guru maupun murid. Sesungguhnya murid adalah guru dan guru adalah murid. Sebab disebut guru karena ada murid dan tak ada murid tanpa guru. Maka ketika menemui murid-murid yang pemalas, menjengkelkan, melelahkan atau terkadang menguji keikhlasan seorang guru dalam mengajar, maka hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari tangan mereka kelak akan menarik tanganmu ke surga. Selamat berjuang wahai Guru!

Sebarkanlah virus-virus positif kepada para murid dengan senantiasa memberikan motivasi atau semangat untuk selalu berprestasi dengan cara-cara yang baik.

Recent Comments

    Archives